Social Icons

Sabtu, 15 Juni 2013

Konsep Dasar Pengembangan Strategi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD

A. Pengembangan strategi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SD
1. Pengertian strategi Pembelajaran
    Strategi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu suatu siasat atau kiat yang digunakan untuk memilih, memobilisasikan dan mengimplementasikan segala teori, pendekatan, teknik, metode, model, materi dan sumber-sumber belajar dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang telah ditetapkan.
2. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran
    Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan strategi  pembelajaran, yaitu:
a.    Faktor pemilihan: seperti pemilihan bahan ajar, terutama berhubungan dengan tingkat kedalaman dan keluasannya
b.    Faktor penentu: seperti penetapan tujuan pembelajaran terutama harus berorientasi pada semua domain dalam pembelajaran.
c.    Faktor efisiensi: yaitu berorientasi pada ekonomi terutama pada pilihan yang sederhana, mudah, dan murah.
d.    Faktor efektifitas: yaitu berkaitan dengan instrument yang digunakan terutama instrument yng berkaitan dengan tujuan, tugas-tugas dan motivasi.
e.    Faktor relevansi: yaitu berkaitan dengan proses belajar dan hasil belajar.
f.    Faktor pengaturan: yaitu berkaitan dengan (1) pengaturan interaksi belajar yang multiway traffict  communication (2) pengaturan mengenai pengolahan pesan yaitu (1) expository (2) heuristic dan (3) hipotetik
g.    Faktor aktivitas siswa yaitu berdasrkan prinsip:
1.    CBSA
2.    Joyful lerning
3.    Konstruktivist

B. Pengembangan Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar, yaitu:
1. Pendekatan Evokasi
    Pendekatan ini menekankan keberanian dan inisiatif siswa untuk mengekspresikan dirinya secara spontan atas dasar kebebasan dan kesempatan belajar yang diciptakan guru.
2. Pendekatan Inkulkasi
    Pendekatan ini bertujuan untuk menanamkan suatu nilai, moral maupun norma tertentu kepada peserta didik melalui sejumlah pertanyaan yang dilakukan oleh guru.
3. Pendekatan Kesadaran
    Pendekatan kesadaran berusaha mengungkapkan dan membina kesadaran diri siswa tentang nilai-nilai tertentu yang sudah dimilikinya atau pada orang lain.
4. Pendekatan Penalaran Moral
Pendekatan ini berusaha menumbuhkan penalaran moral melalui suatu analisis kasus yang mengandung dilema moral. Melalui pendekatan ini siswa dihadapkan pada suatu kasus yang mengandung dilema moral. Selanjutnya siswa diminta membuat suatu keputusan terhadap kasus yang dilematis tersebut lengkap dengan alasannya.
5. Pendekatan Analisis Nilai
    Pendekatan ini disebut Pendekatan Analisis Nilai karena berusaha mengkaji atau menganalisis nilai yang terkandung didalam suatu peristiwa atau stimulus (media lain) yang disiapkan oleh guru. Tujuannya yaitu untuk memberikan penghargaan terhadap suatu nilai yang telah dimilikinya.
6. Pendekatan Pengungkapan Nilai
    Melalui pendekatan ini siswa dibina kesadaran emosionalnya tentang nilai yang menjadi pilihannya melalui cara-cara yang rasional.
7. Pendekatan Komitmen
    Pendekatan komitmen berusaha menumbuhkan komitmen atau keterikatan siswa terhadap suatu nilai. Pendekatan ini bertujuan melatih siswa untuk disiplin dalam pola pikir maupun tindakannya agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai atau moral yang menjadi pilihannya.
8. Pendekatan Memadukan
    Pendekatan ini berusaha memadukan diri siswa dengan pengalaman nyata yang dirancang oleh guru dalam proses belajar mengajar.
C. Pengembangan Metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar
    Beberapa metode yang direkomendasikan, yaitu:
1. Metode Ceramah
    Metode ini dalam menyajikan bahan ajar melalui penjelasan dan penuturan lisan guru kepada siswa. Metode ini lebih tepat digunakan apabila bahan ajar banyak mengandung informasi baru dan memerlukan penjelasan dari guru.
2 . Metode Cerita
    Metode ini merupakan suatu cara untuk menanamkan suatu nilai atau moral kepada para siswa dengan mengungkapkan karakter kepribadian tokoh –tokoh tertentu melalui cerita hikayat, legenda atau dongeng-dongeng sejarah lokal.
3. Metode Tanya Jawab
    Metode tanya jawab dalam menyajikan bahan ajar melalui berbagai pertanyaan dari guru, terutama apabila dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu guru dituntut menguasai teknik-teknik bertanya.
4. Metode Diskusi
    Metode diskusi digunakan untuk tujuan agar dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi banyak arah. Dalam menggunakan metode ini satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu harus ada masalah yang didiskusikan.
5. Metode Penugasan
    Metode ini berusaha melatih siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan oleh guru. Tujuan penggunaan metode ini yaitu agar siswa memperoleh pengalaman langsung, nyata, bekerja mandiri dan jujur.
6. Metode Permainan atau Kompetisi
    Metode ini sangat menarik siswa dalam membangkitkan motivasi belajar, latihan mengambil keputusan dan terutama dalam menciptakan suasana senang dalam belajar. Metode ini berusaha menyajikan bahan ajar melalui bentuk permainan atau kompetisi.
7. Metode Simulasi
    Metode simulasi merupakan cara penyajian bahan ajar dilakukan secara langsung melalui kegiatan praktek tentang pelaksanaan nilai-nilai dan moral. Melalui metode ini siswa dibantu memahami dan menghayati nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.


D. Pengembangan Teknik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar 
1. Teknik Mengklarifikasi Nilai atau Value Clarification Technique (VCT)
        Salah satu teknik pembelajaran afektif yang dipandang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu VCT atau Teknik Mengklarifisikan Nilai-nilai. Mengklarifikasi nilai berarti menjelaskan, menguraikan atau merinci nilai-nilai. Selanjutnya yang dimaksud dengan VCT adalah teknik mengajar dalam mata pelajaran PKn yang berusaha meminta murid menjelaskan, menguraikan atau memerinci pengalamannya melaksanakan suatu nilai.
2. Landasan Konseptual Pengembangan VCT
        Ada beberapa argumentasi yang diajukan mengenai penggunaan VCT, yaitu:
a.    Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan pendidikan nilai yang termasuk kedalam kawasan afektif. Sedangkan VCT berusaha menumbuh kembangkan kesadaran diri sendiri dan pemeliharaan nilai-nilai moral dalam kehidupan diri sendiri
b.    VCT bukan merupakan teknik pemecahan masalah moral tetapi VCT berusaha membantu siswa memperjelas, memerinci nilai-nilai moral yang telah menjadi pilihannya.
c.    VCT berupaya menumbuhkan dan membangkitkan aktifitas dan kreatifitas siswa dan untuk mengetahui posisi nilai dalam dirinya melalui pembelajaran yang menyenangkan sehingga murid mendapatkan kepuasan dan keyakinan.
d.    Melalui VCT dikembangkan cognitive morale dan pemberian contoh, sehingga diharapkan nilai-nilai moral Pancasila dapat direflesikan dalam perilaku kehidupan siswa sehari-hari. 











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar